Viral Konser Hindia dan Kilas Balik ‘SatanCon’ yang Gegerkan Dunia

Adam Wishaupt/Wikipedia Commons
Adam Wishaupt/Wikipedia Commons

Hindia alias Baskara Putra mendadak jadi perbincangan warganet beberapa waktu terakhir ini. Hindia trending di berbagai linimassa, seperti X lantaran konsernya diduga menampilkan simbol-simbol satanic dan iluminati.


Tudingan itu muncul lantaran adanya patung yang diduga simbol satanis di atas panggung. Momen itu lah yang ramai menimbulkan perdebatan warganet.

Penonton disuruh membuka penutup mata itu di tengah lagu. Mereka juga disuguhkan dengan berdirinya patung yang diduga simbol satanis. Banyak yang menuding Hindia menganut aliran satanic dan iluminati karena hal tersebut.

Sontak jagat maya riuh. Pro dan kontra apakah Hindia menyebarkan satanic dan illuminati menjadi perbincangan panas netizen.

Tak hanya konsernya, salah satu lagu yang disorot adalah single yang berjudul Matahari Tenggelam dengan liriknya ‘Kudoakan kita semua, masuk neraka’. Sementara, bagi sebaguan warganet, neraka berkonotasi dengan ‘teman setan’.

Sementara, bagi penggemar Hindia, suguhan Hindia itu merupakan bagian dari pertunjukan konser. Mereka menyebut jika memang begitulah gimmick atau tema penampilan yang biasa disuguhkan Baskara di atas panggung.

Terlepas dari perdebatan itu, tak urung kita teringat sebuah peristiwa yang beberapa waktu lalu sempat menuai perhatian publik. Yakni, pertemuan kelompok The Satanic Temple.

Festival tiga hari dengan nama 'SatanCon' menjadi sorotan. Sebab merupakan 'pertemuan para pemuja setan terbesar dalam sejarah'.

The Satanic Temple

Ratusan anggota The Satanic Temple berkumpul dari Jumat 28 April 2023 di Boston, Amerika Serikat (AS). Kabar yang beredar menyebut sekitar 800 orang para pemuja setan berkumpul di acara tersebut.

Kehadiran para anggota The Satanic Temple itu pun mencuri perhatian dunia. Siapa sebenarnya mereka, bagaimana organisasi ini bisa dikenal oleh ratusan anggotanya?

Mengutip Listverse via Liputan6.com, sejak tahun 2019, The Satanic Temple telah banyak disorot karena statusnya yang diakui sebagai organisasi keagamaan resmi yang bebas pajak.

Mereka juga mendapatkan banyak perhatian media di masa lalu atas advokasi mereka untuk memisahkan gereja dengan negara. Para pemimpin organisasi telah berhasil menyingkirkan patung Ten Commandments dari gedung-gedung pemerintah AS, dengan alasan bahwa tidak ada agama resmi yang dianggap berasal dari Amerika Serikat.

Mereka merasa bahwa mayoritas penganut Kristen seringkali melangkahi gereja dan ikut campur tangan dalam mengurus negara, dan mereka tidak ragu untuk angkat bicara.

The Satanic Temple berkantor pusat di Salem, Massachusetts. Tetapi juga memiliki cabang di Texas, Georgia, Arkansas, Illinois, dan beberapa negara bagian lainnya. (rsm) .