Aksi Terpanjang, Buruh Tolak Omnibus Law Bubarkan Diri Sebelum Jam 12 Malam

Aksi buruh dari KASBI, GSBI, KSPSI yang tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) ini menggelar demonstrasi sekitar 13 jam lebih/RMOL
Aksi buruh dari KASBI, GSBI, KSPSI yang tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) ini menggelar demonstrasi sekitar 13 jam lebih/RMOL

Ribuan massa dari berbagai elemen buruh yang melakukan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kura Arjuna Wiwaha, Jakarta, mulai membubarkan diri.


Pantauan di lokasi, sekitar pukul 23.30 WIB, massa berangsur meninggalkan area Patung Kuda secara tertib.

Adapun, aksi buruh dari KASBI, GSBI, KSPSI yang tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) ini menggelar demonstrasi sekitar 13 jam lebih. Mereka memulai aksi unjuk rasa sejak pukul 11.00 WIB hingga larut malam.

“Ini luar biasa demo terpanjang dan terbesar buruh malam ini,” teriak salah seorang orator dari atas mobil komando sebelum meninggalkan area Patung Kuda.

“Malam ini Alhamdulillah persatuan buruh mulai terjalin karena memang kita gak pernah memperkarakan hal-hal kecil karena fokus kita adalah menolak Undang-undang Cipta Kerja,” imbuhnya menegaskan.

Dalam aksinya hari ini, sempat terjadi dinamika dan memanas. Sesekali membakar ban bekas, spanduk, hingga pembatas jalan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah dan DPR RI yang tak kunjung mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Namun, tak berlangsung lama, massa buruh bisa kondusif dan kembali menyuarakan aspirasinya.